Senin, 03 September 2018

Pengingat (pada setiap dikte)

Sebuah Pengingat ; kuharap jadi perekat bukan pengikat yang akan saling menyakiti.

Ada yang berusaha, selalu menjaga hatimu
Ada yang sedang mengendalikan hatinya
Agar tiada luka yang menepis hatimu

Kusadar Aku pun penuh lupa,
Dan seringkali meremuk redam akibat alpa pada tiap tiap batasku

Lalu membeku pada sebuah dikte
Aku dingin sekaligus merindu.

Kau berpeluh
Kau berkesah
Kau marah
Kau kecewa
Pada tiap-tiap apa yang kau takuti
Pada tiap kekhawatiran mu
Pada tiap perbanding perbandingan yang kau urutkan sedemikian rupa
Pada apa yang tak selalu kupahami
Pada hal hal yang tidak kujangkau dengan batasku
Kau bergumam "sakit hati ini"
Kau merintih "lelah hati ini"

Esok, barangkali luang waktumu
Esok, jikalau pulih hati yang kau bilang sakit
Semoga terlintas
Yang Maha kasih dan Maha penyayang menganugerahkan hati kepada tiap-tiap insan yang kau temui, yang belum kau temui dan bahkan mereka yang ada namun tak pernah ditakdirkan kau bertemu ..
Semua dititipi hati dan perasaannya masing-masing duhai engkau yang kusayang

Esok, jangan lagi merasa lelah pada apa yang tak semestinya yaa?!!

Terima kasih atas warnamu yang sejak dulu melukis dan mewarnaiku

Aku sungguh menyayangimu
Sebagaimana aku yakin dalam lubuk hatimu tulus juga menyayangiku..

Sebab kita bersama, hidup dan masih Allah takdirkan untuk saling membersamai
Meskipun jarak, waktu, dan segala perdauannya terus berganti dan tetap selalu berputar
Hingga kelak semua sampai dan henti,

Pandanglah aku sebagaiman kau dulu pandangi aku dengan marah sebab pedulimu
Sebab lemahku, sebab ketidaktahuanku, sebab aku bocah yang seringkali kau panggil untuk pulang.

Aku yang selalu merindukanmu
Aku tetap disini
Aku ingin tetap jadi bagian darimu.

Dari ku, yang sungguh tak pernah meminta terlahir sebagai bungsu. Tapi ditetapkan untuk menjalaninya.

With Love to my soul my beloved sisters💕

Sabtu, 25 Agustus 2018

📝 Mengenal sifat Kasih Sayang Allah

Bismillahirrahmanirrahiim.

Kita manusia seringkali mengulang lupa, bersikap picik dengan cara memandang sempit akan kasih sayang Nya Allah.

Padahal sejatinya Kasih sayang Allah bersifat lepas. Allah hamparkan kasih sayang disegala penjuru bumi dan seluruh alam semesta.

Kasih sayang Allah tidak ada kaitannya dengan enak atau tidak enaknya perjalanan hidup kita didunia.

Sebab kasih sayang adalah manifestasi dari sifat Allah yakni Ar Rahmaan yang Maha Merahmati kepada seluruh penjuru bumi beserta seluruh makhluk dan alam semesta, sementara Ar Rahiim ditujukan untuk seluruh muslim kelak di kehidupan akhirat nanti.

🌸 Akhir dari puncak kita sebagai manusia  
      adalah Subhanallah.
      Subhanallah menghantarkan kita pada    
      Alhamdulillah (perasaan syukur) atas 
      apapun yang kita dapat dan kita rasakan.

🌸 Utuhkan Hati (tidak separuh-separuh) saat
      menghadap Allah yang Maha Tunggal.

🌸 Kemudian Bertakbir, sebagaimana ketika
      sholat; untuk mengusir setan/iblis, hawa
      nafsu, dunia dan segala hal perihal lainnya
      selain Allah subhanhuwata'alaa.

🌸 Bekerjalah dengan pikiran dan tenaga,
      sementara Hati berserah hanya Kepada
      Allah, agar tentram dan kerjamu tak begitu
      teramat lelah.

🌸 Kebanyakan kita, Manusia.. hidup mencari
      anugrah.

Dan anugrah tertinggi ada 2 (dua) :

1. Apabila Allah menjadikan dirimu
    menjalankan syariatNya (ibadah zahir)
    sholat, puasa, zakat, haji, umroh,
    bersedekah, berbagi, menolong orang dan  
    lain-lain.

2. Sementara Batin, Ketika Allah   
    menghadiahkan perasaan keberpasrahan  
    Hati kita kepada ketentuan Allah.

    Sebagaimana kapas, putih, lembut, ringan,  
    terkena air-hujan terbawa mengalir, basah,
    tertiup angin kemudian mengering hingga
    terbang terbawa kemana arah angin.. ia tak
    pernah merasa begitu khawatir sekalipun
    terhempas.

🌸 Perihal Istidraj = tipu daya.
      Tipu daya atas tiap-tiap pemberian atau
      kemudahan-kemudahan dari Allah.
      Setelah diberi kemudian lantas pergi
      (melupakan Zat yang Maha Pemberi)
      kemudian Allah membiarkannya pergi.

🌸 Ketika Berdoa, memintalah dan jangan
      memaksa Allah.

Berdoa = meminta sebagai wujud Ibadah. Doa adalah inti Ibadah.
Berdoa untuk memunculkan dhaifnya kita, kehina dinaan diri dihadapan Allah.

Lantas Sudahkah ??!?!

    Maka, serahkan semua pilihan kepada
    Allah. Ketika kau meminta dalam doa.   
    Berserahlah sesungguhnya yang demikian 
    bentuk Mujabbat = Ijabah walaupun tidak
    tahu kapan, belum diberi saat itu juga.
   
    sesungguhnya Allah telah mengijabahnya,
    Allah bahagia mendengar kau terus menerus
    meminta kepadaNya.

     Maka berbahagialah, bersyukurlah, mendekatlah, selalu kepadaNya. Bukan karena pintamu yang diberikan, melainkan kesempatan ketika kau masih senantiasa memohon, meminta dan bermunajat kepada Allah.

🌸 Perihal Karomah; sebuah keistimewaan dari
      Allah yang tidak ada ilmu untuk kau pelajari 
      agar memperolehnya.

Karomah => sebuah proses => limpahan-limpahan yang Allah berikan karena Allah yang Mau.

🌹 Dalam memandang sebuah Keistimewaan, sandingkanlah dengan perihal lain yang tidak istimewa (menurut kita), Maka apakah dibalik ketidak istimewaan itu tidak ada hal baik pula didalamnya ??

Sebab berusaha dan berproses merubah diri dari tercela menjadi akhlak terpuji lebih baik dibanding dengan segala keistimewaan apapun.

"Bersikaplah biasa-biasa saja"

🌹Subhanallah Walhamdulillah Allahu akbar🌹

Mencatat kutipan kajian oleh DR.KH.M. Lukman Hakim - Mengenal sifat Kasih Sayang Allah.

Sebab saya pelupa yang semampunya mengait ingat melalui sebuah catatan.

Kurang lebih nya mohon maaf lahir dan batin🌸

Kamis, 23 Agustus 2018

Sunyi, Menepi, Menetapi ✏


Manusia pada tiap-tiap masanya.
Seringkali lupa, lalu berdalih Jenuh pada titik dimana ia tempuh.

Apa yang sebenarnya Kau cari?

Aku ingin damai, tenang, tentram tanpa ada aba-aba harus berhenti ataupun pergi meninggalkan. Aba-aba yang sebenarnya diri yang membuatnya ada.

Hingga akhirnya Aku ingin sunyi, menepi, hingga akhirnya menetapi.

Jikalau belum ditahap itu, maka diri ini masihkah belum sepenuhnya sunyi.. Sunyi yang teramat sunyi dalam gemuruh himpunan tasbih dan bershalawat.

Sunyiku masih seringkali ramai dengan pemikiran sebatas suudzon dan husnudzonku, barangkali.

Aku Ingin berserah sebaik-baiknya tanpa memilih menyerah pada pilihan-pilihan yang kubuat sedemikian rupa.

Tentang Puan.

Rewrite

:D

🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸

Kali ini mau rewrite tulisan kecil, oleh-oleh dari beberapa hari ini ngubek-ngubek email lama (ga sebentar) hehe

Sebenarnya tulisan ini ada karena kuis dari @nulisbuku,  Jadi kala itu @nulisbuku kasih tantangan ke followersnya untuk Menulis surat untuk penghuni surga disingkat SUPS dan dikirim ke emailnya mereka.

Surat Untuk Penghuni Surga.

Agak bingung juga sih sebenarnya mau nulis seperti apa. Lama mikir. Dan teripikir seorang Ibu yang ku panggil Emak. Beliau yang pasti sangat merindukan sosok Bapak yang sejak usiaku 5 tahun telah pergi meninggalkan emak keluarga sahabat dan semua yang mengenal dan dikenalnya bahkan yang tak pernah dikenal. ya, Maut yang pasti akan menghampiri semua yang bernyawa.

Kepergian sosok Bapak yang menjadikan Emak yatim.

Bismillahirrahmanirrahiim.

Suratku Untuk Penghuni Surga.

Sepucuk Surat untuk sosok yang selalu di hati, namun beliau telah pergi meninggalkan dunia. Meninggalkan kehidupan orang-orang terkasih, keluarga yang senantiasa menghidupkan namanya, dengan indahnya kisah, tentang memori yang kudengar dari mereka, mereka yang merasakan berartinya beliau lewat sikap dan segenap pengabdiannya.

Teruntuk sosok Kakek yang ku panggil Bapak.

Assalamu'alaikum yaa ahlilqubur

Jujur selama ini Aku merasa tak begitu mengenal dalam sosokmu, sebab Kau pun tahu itu. Kita tak pernah bertemu lagi sejak Bapak pergi menghadap Rabb. Namun nama Bapak selalu jadi pengobat bagi cucumu ini Pak.

Yaa pengobat Rindu, meskipun tak banyak kenangan kita, sekilas yang selalu ku ingat adalah kasih sayang dan ketulusan yang pernah Bapak beri kepada cucumu ini, kepada kedua orang tuaku.

Cucumu yang masih kecil saat terahkir di sisa usiamu. Empat atau lima tahun usiaku saat itu, masih tak mengerti banyak hal. Yang Aku ingat, Kau terbaring di rumah sakit, tubuhmu dipenuhi selang - selang infus dan selang - selang yang tersambung ke tabung oksigen disisi dipan rumah sakit kala itu. Dan yang masih terbayang sampai saat ini dan sampai kapanpun sebelum aku benar-benar menjadi pelupa..

Ketika tubuhmu masih terbaring disana, disela masa kritis, kondisi kesehatanmu membaik, Aku datang menengokmu bersama Emak, putri sulungmu yang kudengar samar isak tangisnya yang sengaja berusaha ia sembunyikan agar tak terdengar... kami menghampirimu, menemanimu diruang yang mungkin saat itu kau rasa bosan sebab terlalu lama kau disana.

Moment kala itu dimana saat Bapak masih terbaring dengan kondisi yang kata mereka kian membaik, Bapak memberiku sebuah Apel merah tanpa bicara, hanya suara paraumu yang terdengar samar sambil menyodorkan Apel tadi. "Terima kasih.." pelan suaraku yang masih bocah.. Aku mengingat senyum tulusmu saat itu :) Aku rindu Bapak, Aku selalu yakin Bapak selalu hadir saat kami tautkan kerinduan lewat doa-doa teruntukmu.

Ya.. walau tak banyak waktu bersama,
Bapak adalah kakek terbaik untukku. Melihat Emak yang juga begitu besar kasih sayangnya pada semua anak-cucunya saat ini. Hingga usia dewasaku kini mengingatkanku betapa tulusnya kasih sayang seorang Bapak pada putra putri, cucu-cucu, keluarga besarnya, rekan-rekan, dan murid-murid Bapak.

Engkau guru bagi setiap yang merasakan berartinya kasih sayang dan pengajaran darimu.

Semoga Bapak senantiasa dalam bahagia dan berada dalam naungan ridha dan kasih sayang Allah saat ini hingga selamanya. Semoga Allah memberi tempat terindah untuk Bapak.

Maaf jika terkadang aku lupa mendoakanmu..

Bapak adalah penyemangat bila diri ini mulai rapuh akan setiap kakhawatiran dalam perjalananku..

Aku malu jika terlalu sering berpikir untuk menyerah dalam tiap pencapaian..

Aku akan berusaha mensyukuri kehidupan dan rahmat yang dianugerahkan Allah kepadaku..

Aku, cucumu akan begituuu sangat menyayangi Emak dan Abah, sebab Aku yakin Bapak sangat menyayangi keduanya..

Dan Allah subhanhuwata'alaa menganugerahkan kasih sayang pada setiap hambanya yang datang bersimpuh, berkeluh hingga peluh kian luruh pada sebuah pasrah.

seperti meyakini Jikalau Bapak sempat hadir di kehidupan kami saat ini, Bapak akan mengajararkan kebaikan bagi kami cucu-cucumu yang belum banyak mengabiskan waktu bersama. Bapak adalah guru yang baik, pahlawan bagi anak-anakmu.

Allahummagh firlahu waa'afih wa' fuanhu...

Kami menyayangimu, duhai Kakek yang kupanggil Bapak.

🌸Subhanallah, Alhamdulillah🌸

Senin, 09 Juli 2018

Kilas Bait awal Juni 2018 😊🍀


Lewat asa yang menggebu, si Pelupa dengan semangat yang juga mulai berdebu seperti melihat binar cahaya, menghangatkan dinding-dinding yang mulai membeku..

Sementara jejak langkah yang kian mulai payah.. mungkin dalam pijakan ini tak terpikir untuk melompat setinggi asa.

Dalam langkah yang nampak gontai, sekilas nyeri yang tak dapat kujelaskan kala menyusuri  peron demi peron..

Yang perlu kau tahu kala itu..
Ada sesuatu yang mengganggu,
Ada perihal yang ingin dibuktikan,

Dalam peliknya beda ..

Yakinku sedari dulu, pasti ada tulus yang mampu meredam ragam beda dalam damai.

Sementara derai ragu yang meremang rasa bahwa kita adalah insan dengan isi kepala yang tidak satu frekuensi.

Nyatanya dalam niat kebaikan kita mampu hadir, ada untuk saling berbagi dalam menyelesaikan tugas masing-masing, bersama dengan hati yang sama-sama bahagia.

Semoga Allah meridhoi dan menghendaki apa yang kita niatkan hari itu,
Semoga kita sedang saling mengisi dan mengait beda dengan rasa bahagia.

Project 5 sahabat inspirasi, dalam Sumringah yang akan kukenang dan ku jadikan pengingat..

Bahwa dalam pelik beda, ketulusan berbagi mampu menyederhanakannya menjadi sesuatu yang Indah.

Kuakhiri bait ini dalam simpul senyum, dan rasa syukur yang mendalam hanya teruntuk-Nya, Terima kasih kawan, Terima kasih adik-adik asuh atas hadiah berharga dalam tawa dan senyum sumringah kalian :)

Lam Yasykurillah Lam Yasykurinnaas 🍃

Jumat, 01 Juni 2018

Pada Suatu Jumat


Pada air mata bahagia sekaligus pilu berbaur dengan luapan perasaan syukur tiada tara untuk hari ini, atas air mata yang membuatku malu pada tiap keluh peluh yang tak seberapa, sejak kemarin.

Bersama dan melalui sahabat inspirasi project Sumringah tebar takjil (1 Juni 2018),

Siang tadi Allah mempertemukanku dengan seorang gadis (teman kak Aldike) yang membuat hati ini bergetar dan terenyuh, tak terukur dengan ungkapan maupun ucapan, ia malaikat baik yang semoga kelak kami dipertemukan kembali dalam kesempatan dan kebaikan yang Allah ridhoi..

Semangat, dan terus menjadi kuat teruntukmu Ani senantiasa selalu jadi pribadi yang tulus, menyenangkan untuk kami yang kau temui. Terima kasih, semoga aku bisa belajar dari pribadimu... doa terindah teruntukmu, sahabat 💕

Semoga senantiasa dalam lindungan Allah subhanahu wata'alaa, senantiasa sehat wal'afiat berjalan selalu menuju ridho dan taat kepada-Nya. Aamiin allahumma aamiin

Lam yasykurillah, Lam yasykurinnaas 💕🍀🍃

Senin, 02 April 2018

Teruntuk para pejuang


Kudengar naluri diam-diam merangkai aksara
Entah sajak, syair, pinta ataukah mantera

Perihal perih, luka dan pulih
Sebagaimana waktu yang akan selalu tiba tepat pada waktunya,

Pun pada cermin membentang kulihat ruam-ruam memendar digurat wajah, juga jemari ...
Semakin penuh
Semakin peluh
Semakin aku berpikir tentang hilang, kehilangan, menghilang..

Entah aku ataukah peluh penuh ruam yang lebih dahulu terlelap untuk pulang.

Sementara tetaplah DIA yang selalu setia dan ada mengalun indah pada nyanyian nafas, pada tiap-tiap sendi raga kita, manusiaNya

Teruntuk para pejuang 🌸